Sunday, May 13, 2012

SAP TANDA-TANDA PERSALINAN


SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERSIAPAN PENYULUHAN
1.      Materi Penyuluhan      : Tanda – Tanda Persalinan.
2.      Persiapan                     :                     
*      Sasaran                   : Ibu – Ibu Hamil Ds. Karanggondang Kec. Mlonggo,            Kab. Jepara.
*      Tempat                   : Balai Desa Karanggondang
*      Waktu                    : 14 Juni 2010
*      Pukul                      : 04.00 – 04. 45 WIB
3.      Tujuan
*      Umum                   : supaya ibu – ibu hamil terutama ibu primigravida mengerti tentang tanda- tanda persalinan.
*      Khusus                  : setelah diberikan penyuluhan diharapkan :
-          Ibu – ibu hamil mengerti apa yang dimaksud dengan  persalinan.
-          Ibu hamil mengerti keluarnya lender bercampur darah sebagai salah satu  tanda persalinan
-          Ibu hamil mengerti adanya kontraksi yang teratur dan kuat sebagai salah satu tanda persalinan
-          Ibu hamil mengerti pecahnya selaput ketuban sebagai salah satu tanda persalinan
-          Ibu hamil megerti pendataran leher rahim sebagai salah satu tanda persalinan
-          Ibu hamil mengerti bagaimana cara mengurangi rasa nyeri
-          Ibu hamil mengerti kapan harus menghubungi tenaga kesehatan bila terdapat tanda persalinan.
4.      Pokok bahasan /Sub pokok bahasan               :  
*      Pengertian persalinan
*      tanda – tanda persalinan
*      kenapa timbul rasa nyeri pada saat kontraksi
*      cara mengurangi rasa nyeri saat kontraksi
*      tujuan mengetahui tanda-tanda persalinan
*      kapan menghubungi tenaga kesehatan
5.      Metode                                    : CTJ ( Ceramah Tanya  Jawab )
6.      Alat bantu                               : -    power point
-          Brosur
-          Quis ( pre dan post conference )
-          Demonstrasi
7.      Kegiatan penyuluhan             :
Waktu
Tahap
Kegiatan
Media
Metode
10 menit
1.   Pendahuluan
1.   Mengucapkan salam.
2.   Memperkenalkan diri kepada ibu – ibu yang hadir.
3.   Menyampaikan tujuan penyuluhan.
4.   Memberikan pre conference melalui pertanyaan lisan.
Meliputi :
a.       Menanyakan kepada ibu – ibu yang hadir pengertian persalinan
b.      Menanyakan kepada ibu – ibu apa saja tanda – tanda persalinan
LCD
( power point )



Ceramah
15 menit
2.   Penyajian
1.   Menjelaskan pengertian persalinan.
2.   Menjelaskan tanda- tanda persalinan meliputi apa saja.
3.   Menjelaskan kenapa timbul rasa nyeri.
4.   Menjelaskan cara mengurangi nyeri.
5.   Menjelaskan kapan harus menghubungi tenaga kesehatan
Power point
Ceramah
10 menit

3.   Penutup
1.   Menyakan kepada para ibu yang hadir apakah sudah mengerti.
2.   Memberikan post conference melalui pertanyaan lisan. Meliputi :
a. Meminta kepada salah satu ibu untuk menyebutkan tanda – tanda persalinan.
b. Menanyakan kepada ibu apa yang dimaksud dengan persalinan.
c.       Menyakan kepada salah satu ibu bagaimana cara mengurangi rasa nyeri
3.   Mengucapkan terimakasih atas perhatiannya.
4.   Mengucapkan salam.

Tanya jawab


8.      Referensi :
2)      Neil, Wendi Rose.1995.Panduan Lengkap : Perawatan Kehamilan.Jakarta: Dian Rakyat
3)      Rohmah,  Nikmatur.2009.Pendidikan Prenatal : Upaya Promosi  Kesehatan bagi Ibu Hamil.Jakarta. Gramata Publishing.
4)      Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung.1983.Obsteri Fisiologi.Bandung:Eleman.
9.      Evaluasi :
1). Apa yang dimaksud dengan persalinan?
2). Apa saja tanda-tanda persalinan?
3). Kenapa timbul rasa nyeri pada saat kontraksi ?
4). Cara mengurangi rasa nyeri ?
Jawab :
1.      Persalinan adalah proses pergerakan keluar janin, plasenta, dan membrane dari dalam rahim melalui jalan lahin.
Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.
2.      -  keluar lender bercampur darah
-    Adanya kontraksi yang teratur setiap 10-15 menit
-    Pecahnya selaput ketuban
-    Pelebaran leher rahim
3.      - Gerakan kontraksi rahim menyebabkan otot-otot dinding rahim mengerut, menjepit pembuluh darah.
-       Jalan lahir dan jaringan lunak di sekitarnya meregang, sehingga terasa nyeri.
-       Keadaan mental ibu (ketakutan, cemas, khawatir atau tegang), serta hormon prostaglandin yang meningkat sebagai respon terhadap stress
4.      - Mintalah pasangan  memijat punggung bawah, atau menggompres punggung anda dengan air hangat di antara saat-saat kontraksi. Gunakanlah talk atau vaselin sebagai pelicin saat memijat
-       Berkonsentrasilah pada pernafasan , untuk menenangkan dan mengurangi rasa sakit.
-       Bernyanyilah atau bersuaralah saat nyeri timbul untuk melepaskan rasa sakit anda. Namun, tidak perlu terlalu keras agar tidak membuang energi yang sangat anda perlukan saat pengeluaran nantinya
-       Berkonsentrasilah pada tiap kontraksi. Jangan memikirkan rasa sakit atau ketakutan untuk kontraksi yang berikutnya. Cobalah untuk melihat kontraksi sebagai gelombang yang harus diikuti untuk mencapai saat penggeluaran sang bayi
-       Bergeraklah terus diantara tiap kontraksi. Ini akan membantu anda untuk mengatasi rasa nyeri saat persalinan. Saat kontraksi, pilihlah posisi yang paling nyaman.
-       Pertahankan posisi punggung yang tegak, baik saat berdiri, duduk, maupun posisi lainnya. Gunanya agar kepala bayi tetap berada di leher rahim dengan baik, sehingga kontraksi yang terjadi semakin kuat dan efektif.
-       Buang air kecil sesering mungkin agar kandung kencing tidak menghalangi saat kontraksi.
10.  Materi ( terlampir )


Kudus,  14  Juni 2011
    

TANDA-TANDA   PERSALINAN

Pada kebanyakan wanita persalinan dimulai antara minggu ke 39 dan 41 usia kehamilan. Namun karena lama kehamilan setiap orang berbeda-beda akibatnya banyak bayi yang dilahirkan pada salah satu minggu tersebut. Pada bulan-bulan akhir kehamilan, tubuh memproduksi progesterone yang bertujuan melunakkan jaringan disekitar cerviks dan pelvis untuk persiapan bersalin juga biasanya ibu akan mengalami beberapa ketidaknyamanan antara lain persaan ingin berkemih dengan frekuensi yang meningkat. Hal ini disebabkan karena pada ibu primigravida kepala janin mulai memasuki Pintu Atas Panggul sehingga kandung kemih ibu menjadi terdesak oleh kepala janin.
Persepsi awam umumnya menyamakan dimulainya proses kelahiran dengan rasa sakit akan bersalin. Namun kadang-kadang rasa sakit ini tidak segera muncul meskipun proses persalinan sudah mulai, karena masing – masing orang akan mempunyai pengalaman yang berbeda-beda selama menjalani proses persalinan.
Apa yang dimaksud dengan persalinan?
1.      Persalinan adalah proses pergerakan keluar janin, plasenta, dan membrane dari dalam rahim melalui jalan lahin.
2.      Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.
3.      Bila persalinan ini berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir maka hal ini disebut persalinan spontan.
4.      Sebaliknya bila persalinan dibantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstraksi dengan forceps, atau dilakukan dengan operasi section caesaria maka disebut persalinan buatan.
Pengetahuan tentang persalinan dan tanda-tanda persalinan diharapkan akan mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kemampuan ibu untuk beradaptasi terhadap ketidaknyamanan yang timbul selama proses persalinan. Tanda-tanda persalinan antara lain:

1.      Keluar lender bercampur darah
Selama kehamilan bayi tersumbat dalam rahim oleh gumpalan lender yang lengket pada leher rahim. Saat persalinan dimulai dan serviks mulai membuka, gumpalan mucus tadi terhalau. Pada saat bersamaan membrane yang mengelilingi bayi dan cairan amniotic agak memisah dari dinding rahim. Penampakan dari darah dan mucus yang keluar tampak bagai cairan lengket berwarna merah muda, hal ini bisa kita lihat sebelum muncul tanda-tanda persalinan lainnya
Apa yang harus dilakukan:
Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi
tunggulah sampai terdapat mendapatkan kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum pergi bidan atau kerumah sakit. Anda harus menghubungi dokter bila terjadipendarahan hebat.
2.      Kontraksi yang teratur setiap 10 – 15 menit
Pada bulan terakhir dari kehamilan  sebelum persalinan dimulai, sudah ada kontraksi rahim yang disebut his pendahuluan atau his palsu, yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan daripada kontraksi Braxton Hicks. His pendahuluan ini tidak teratur dan menyebabkan nyeri diperut bagian bawah dan lipat paha tidak menyebabkan nyeri yang memancar dari pinggang ke perut bagian bawah seperti his persalinan. Lamanya kontraksi pendek dan tidak bertambah kuat bila dibawa berjalan, malahan sering berkurang. His pendahuluan tidak bertambah kuat dengan majunya waktu bertentangan dengan his persalinan yang semakin kuat. Yang paling penting adalah bahwa his pendahuluan tidak mempunyai pengaruh pada serviks. Kontraksi rahim bersifat otonom tidak dipengaruhi oleh kemauan, walaupun begitu dapat dipengaruhi dari luar misalnya rangsangan oleh jari-jari tangan dapat menimbulkan kontraksi. Kontraksi rahim bersifat berkala dan yang harus diperhatikan ialah :
1.      Lamanya kontraksi : kontraksi berlangsung 45 detik sampai 75 detik
2.      Kekuatan kontraksi : menimbulkan naiknya tekanan intrauterine sampai 35 mmHg. Kekuatan kontraksi secara klinis ditentukan dengan mencoba apakah jari kita dapat menekan dinding rahim ke dalam.
3.      Interval antara kedua kontraksi: pada permulaan persalinan his timbul sekali dalam 10 menit, pada kala pengeluaran sekali dalam 2 menit.
Menurut faalnya his persalinan dapat dibagi dalam :
1.      His pembukaan adalah his yang menimbulkan pembukaan dari serviks.
2.      His pengeluaran adalah his yang mendorong anak keluar. His pengeluaran biasanya disertai dengan keinginan mengejan.
3.      His pelepasan uri adalah his yang mengeluarkan uri.
Mulanya kontraksi terasa sakit pada punggung bawah, yang berangsur-angsur bergeser ka bagian bawah perut. Beberapa menggambarkan mirip dengan mulas pada saat haid, saat mulas bergerak ke bagian perut, dengan tangan dapat dirasakan bagian tersebut mengeras. Kejangnya mirip Braxton Hicks, namun terasa teratur semakin sering dan kuat, ferekuensi dan durasi seiring dengan kemajuan persalinan.
3.      Ketuban pecah
Pada beberapa kasus membrane masih utuh hingga akhir tahap pertama persalinan. Kemudian desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi pada mulut servik menyebabkan pecahnya membrane. Saat kebocoran dimulai, bisa dirasakan seperti semburan air atau hanya rembesan, namun sebenarnya pecahnya membrane takkan terasa karena membrane tidak memiliki saraf. Seringkali pada ketuban pecah ini ibu merasakan seperti mengompol, namun untuk memastikan apa yang keluar melalui jalan lahir tersebut apakah urin atau cairan ketuban dari baunya. Urin biasanya mempunyai bau yang khas, demikian halnya dengan cairan ketuban namun cairan ketuban ini berbau anyir.
Saat ketuban pecah maka akan keluar cairan ketuban melaui jalan lahir, selama masa perjalanan menuju ke tenaga kesehatan sebaiknya gunakan pembalut untuk menampung cairan yang keluar untuk mengurangi ketidaknyamanan bagi ibu.
4.      Dilatasi serviks ( leher rahim )
Agar anak dapat keluar dari rahim maka perlu terjadi pembukaan dari servik. Pembukaan servik ini biasanya didahului oleh pendataran dari servik. Yang dimaksud dengan pendataran servik adalah pemendekan dari canalis cervicalis, yang semula berupa sebuah saluran yang panjangnya 1-2 cm, menjadi suatu lubang saja dengan pinggir yang tipis. Sebetulnya pendataran servik sudah dimulai dalam kehamilan dan servik yang pendek ( lebih dari setengahnya telah merata) merupakan tanda dari servik yang matang. Pelebaran leher rahim ini hanya bisa dilihat melalui pemeriksaan dalam oleh tenaga kesehatan baik bidan maupun dokter yang akan membantu persalinan. Persalinan akan dimulai ketika serviks sudah membuka lengkap. Yang dimaksud pembukaan servik adalah pembesaran dari ostium externum yang tadinya berupa suatu lubang dengan diameter beberapa millimeter menjaadi lubang yang dapat dilalui anak, kira-kira 10 cm. Jadi pembukaan dianggap lengkap jika telah mencapai ukuran 10 cm.
Tidak dapat dipungkiri bahwa proses persalinan identik dengan rasa nyeri karena setiap persalinan normal selalu didahului dengan adanya kontraksi uterus yang menimbulkan rasa nyeri. Factor- factor yang menyebabkan rasa nyeri tersebut antara lain :
1.      Gerakan kontraksi rahim menyebabkan otot-otot dinding rahim mengerut, menjepit pembuluh darah.
2.      Jalan lahir dan jaringan lunak di sekitarnya meregang, sehingga terasa nyeri.
3.      Keadaan mental ibu (ketakutan, cemas, khawatir atau tegang), serta hormon prostaglandin yang meningkat sebagai respon terhadap stress.
Cara mengurangi rasa nyeri :
1.      Mintalah pasangan  memijat punggung bawah, atau menggompres punggung anda dengan air hangat di antara saat-saat kontraksi. Gunakanlah talk atau vaselin sebagai pelicin saat memijat
2.      Berkonsentrasilah pada pernafasan , untuk menenangkan dan mengurangi rasa sakit.
3.      Bernyanyilah atau bersuaralah saat nyeri timbul untuk melepaskan rasa sakit anda. Namun, tidak perlu terlalu keras agar tidak membuang energi yang sangat anda perlukan saat pengeluaran nantinya
4.      Berkonsentrasilah pada tiap kontraksi. Jangan memikirkan rasa sakit atau ketakutan untuk kontraksi yang berikutnya. Cobalah untuk melihat kontraksi sebagai gelombang yang harus diikuti untuk mencapai saat penggeluaran sang bayi
  1. Bergeraklah terus diantara tiap kontraksi. Ini akan membantu anda untuk mengatasi rasa nyeri saat persalinan. Saat kontraksi, pilihlah posisi yang paling nyaman.
  2. Pertahankan posisi punggung yang tegak, baik saat berdiri, duduk, maupun posisi lainnya. Gunanya agar kepala bayi tetap berada di leher rahim dengan baik, sehingga kontraksi yang terjadi semakin kuat dan efektif.
  3. Buang air kecil sesering mungkin agar kandungan kencing tidak menghalangi saat kontraksi.
Sampai saat ini mungkin masih banyak ibu yang belum tahu kapan harus menghubungi tenaga kesehatan terutama pada ibu primigravida yang belum pernah memiliki pengalaman dalam menghadapi tanda-tanda persalinan. Kurangnya pengetahuan ibu terhadap hal ini bisa membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya. Saat yang tepat menghubungi dokter adalah ketika Ibu merasakan tanda-tanda memasuki tahap persalinan seperti yang telah disebutkan diatas, Apalagi jika Ibu mengalami pecah ketuban. Jangan tunda menghubungi tenaga kesehatan.
Pengetahuan tentang tanda – tanda persalinan diatas diharapkan dapat membantu ibu hamil untuk lebih menyiapkan mentalnya dallam menghadapi persalinan dan lebih waspada terhadap timbulnya tanda- tanda persalinan agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, karena jika ibu tidak mengetahui dan tidak segera menghubungi tenaga kesehatan baik dokter maupun bidan maka hal ini sangat membahayakan ibu dan janin yang dikandungnya.


No comments:

Post a Comment

Post a Comment