Sunday, May 13, 2012

Manajemen Asuhan Antenatal


PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Keselamatan dan kesejahteraan ibu secara menyeluruh merupakan perhatian yang utama bagi seorang bidan. Bidan bertanggung jawab memberikan pengawasan,nasehat serta asuham bagi wanita selama masa hamil, bersalin dan nifas. Asuhan kebidanan yang diberikan termasuk pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat masyarakat dikomunitas, baik dirumah, posyandu maupun polindes. Sebagai seorang bidan yang nantinya akan ditempatkan di desa, dalam menjalankan tugas yang merupakan komponen dan bagian dari masyarakat desa dimana yang bertugas. Selain dituntut dapat mendapat asuhan bermutu tinggi dan komprehensif seorang bidan harus dapat mengenal masyarakat sesuai dengan budaya setempat dean sebaik-baiknya mengadakan pendekatan dan kerja sama dalam memberikan pelayanan, sehingga masyarakat dapat menyadari masalah kesehatan yang dihadapi serta ikut secara aktif dalam menanggulangi masalah kesehatan baik untuk individu mereka sendiri maupun keluarga dan masyarakat sekitarnya.
2.      Rumusan masalah
a.       Asuhan antenatal
1)      Standar asuhan kebidanan
2)      Standar alat
3)      Manajemen ibu antenatal
3.      Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah ASKEB V ( Kebidanan Komunitas )
4.      Manfaat
Manfaat dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui asuhan antenatal

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

I.       ASUHAN ANTENATAL DI KOMUNITAS.
A.    DEFINISI
Pemeriksaan kehamilan untuk melihat dan memeriksa keadaan ibu dan janin yang dilakukan secara berkala. Tiap hasil pemeriksaan di ikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan selama kehamilan. Pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim .
B.     TUJUAN
1.      Memantau kemajauan kehamilan untuk memastikan kesehatan serta pertumbuhan dan perkembangan bayi.
2.      Mendeteksi adanya komplikasi yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin.
3.      Merencanakan asuhan khusus sesuai dengan kebutuhan.
4.      Mempersiapkan persalinan serta kesiagaan dalam menghadapi komplikasi.
5.      Mempersiapkan masa nifas dan pemberian ASI Eksklusif
C.     Standar pelayanan antenatal
Terdapat 6 standar dalam standart pelayanan antenatal seperti berikut ini :
1.      Standart 3 : identifikasi ibu hamil
Pernyataan standart
Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotifasi ibu, suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur.


2.      Standart  4 : pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Pernyataan standart
Bidan memberikan 4 kali pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah kehamilan berlangsung normal. Bidan juga harus mengenAL KEHAMILAN RESTI / kelainanm, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS atau infeksi HIV, memberikan pelayanan imunisasi, nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas. Mereka harus mencatat dta yang tepat pada setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
3.      Standart 5 : palpasi abdominal
Pernyataan standar
bidan melakukan pemerikasaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan, serta bila umur kehamilan bertambah, memeriksa posisi, bagian terendah janin dan masuknya kepala janin kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu.
4.      Standar 6 : pengelolaan anemi pada kehamilan
Pernyataan standar
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan/atau rujukan semua kasus anemi pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5.      Standar 7 : pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Pernyataan standar
Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsi lainnya, serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.

6.      Standar 8 : persiapan persalinan
Pernyataan standar
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ke tiga, untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk, bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat. Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hari ini.
D.    STANDAR MINIMAL ANTENATAL
1.      Timbang BB, Ukur tekanan darah, TFU
Pemantauan selama masa kehamilan untuk melihat indikator kesejahteraan ibu dan janin dilakukan setiap kali kunjungan.
Kunjungan dilakukan :
a.       Sampai 28 minggu: 4 minggu sekali
b.      28-36 minggu : 2 minggu sekali
c.       Diatas 36 minggu: satu minggu sekali
2.      Imunisasi TT
Salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi atau neonatus yang disebabkan oleh tetanus
TT1 diberikan saat ANC pertama, dilanjutkan TT 2 setelah 4  minggu dari TT1
Diharapkan bayi yang dilahirkan akan terlindung dari tetanus neonatorum ( 3 tahun )
3.      Tablet zat besi
Tindakan pencegahan terhadap anemia dalam kehamilan. Kandungan dari obat FeSO4 320 ( zat besi 60 mg ) dan asam folat 500 Ug. Dosis pemberian 1 tablet pada saat ibu tidak mual. Efek samping mual dan konstipasi. Obtimalisasi penyerapan tidak diminum bersama teh atau kopi.
4.      Test terhadap PMS
Ibu hamil resiko tinggi terhadap PMS, sehingga dapat mengganggu saluran perkemihan dan reproduksi. Upaya diagnosis kehamilan dengan PMS di komunitas adalah melakukan diagnosis pendekatan gejala, memberikan terapi, konseling untuk rujukan
5.      Temu wicara ( persiapan rujukan )
Memberikan konsultasi atau melakukan kerja sama penanganan. Tindakan yang harus dilakukan bidan dalam temu wicara antara lain:
a.       Merujuk ke dokter untuk konsultasi, menolong ibu menentukan pilihan yang tepat.
b.      Melampirkan kartu kesehatan ibu beserta surat rujukan.
c.       Meminta ibu untuk kembali setelah konsultasi dan membawa surat hasil rujukan.
d.      Meneruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan.
e.       Memberikan asuhan antenatal
f.       Perencanaan dini jika tidak aman melahirkan dirumah
g.      Menyepakati diantara pengambil keputusan dalam keluarga tentang rencana proses kelahiran
h.      Persiapan dan biaya persalinan
E.     Standar alat antenatal
1.       Peralatan tidak steril
a.       Timbangan BB dan pengukur TB
b.        Tensi meter dan stetoskop
c.         Funandoskop
d.        Thermometer dan alat pengukur
e.         Senter
f.         Reflek hammer
g.        Pita pengukur LILA
h.        Metline
i.          Pengukur HB
j.        Bengkok
k.      Handuk kering
l.        Tabung urine
m.    Lampu spiritus
n.      Reagen untuk pemeriksaan urine
o.      Tempat sampah
2.      Peralatan steril
a.       Bak instrument
b.      Spatel lidah
c.       Sarung tangan
d.      Spuit dan jarum
3.      Bahan-bahan habis pakai
a.       Kassa bersih
b.      Kapas
c.       Alkohol 70%
d.      Larutan klorin
4.      Formulir yang disediakan
a.       Buku KIA
b.      Kartu status
c.       Formulir rujukan
d.      Buku register
e.       ATK
f.       Kartu penapisan dini
g.      Kohort ibu/bayi
5.      Obat-obatan
a.       Golongan roborantia (vit B6 dan B kompleks)
b.      Vaksin TT
c.       Kapsul yodium
d.      Obat KB
F.      Manajemen Asuhan Antenatal
1.      Kunjungan rumah
Kunjungan rumah yang minimal dilakukan selama ANC :
a.      1 kali kunjungan selama trimester 1, sebelum minggu ke 14
b.      1 kali kunjungan selama trimester 2, diantara minggu ke 14 sampai minggu ke 28
c.       2 kali kunjungan selama trimester 3, diantara minggu ke 23 sampai dan setelah minggu ke 36
Kunjungan ideal selama kehamilan
a.       Sedini mungkin, ketika ibu mengatakan terlambat haid
b.      1 kali setiap bulan sampai usia kehamilan 28 minggu
c.       2 kali setiap bulan sampai usia kehami;lan 32 minggu
d.      1 kali setiap minggu sampai usia kehamilan 36 minggu
e.       Pemeriksaan khusus apabila ada keluhan-keluhan
a.       Kehamilan resiko sangat tinggi ( KRST )
Kehamilan dengan resiko ganda atau lebih dari 2 faktor resiko baik dari ibu ataupun janin, dibutuhkan perawatan khusus dan adekuat.
G.    Langkah-langkah manajemen antenatal
1.      Ciptakan adanya rasa percaya dan membuat perasaan nyaman.
2.      Kaji riwayat kehamilan dan terapkan prinsip mendengarkan efektif.
3.      Anamnesa secara lengkap.
4.      Melakukan pemeriksaan seperlunya.
5.      Pemeriksaan laboratorium.
6.      Membantu persiapan persalinan dan kemungkinan darurat.
7.      Konseling sesuai kebutuhan.
8.      Persiapan persalinan yang aman dan bersih.
9.      Memberi nasehat pada ibu untuk mencari pertolongan:
a.       Perdarahan pervaginam
b.      Sakit kepala lebih dari biasanya
c.       Gangguan penglihatan
d.      Pembengkakan pada wajah dan tangan
e.       Nyeri abdomen
f.       Janin bergerak tidak sesuai biasanya
10.  Pemberian tablet Fe 90 butir.
11.  Berikan suntikan TT dengan dosis 0,5 cc.
12.  Jadwalkan kunjungan rumah berikutnya.
13.  Mendokumentasikan hasil kunjungan





























DAFTAR PUSTAKA

DEPKES RI, 1998. Buku Pedoman Pengenalan Tanda Bahaya Pada Kehamilan , Persalinan , dan Nifas, Departemen Kesehatan, Departemen dalam negeri, Tim Penggerak PKK dan WHO. Jakarta
DEPKES RI. 2002. Standar pelayanan Kebidanan. Jakarta
DEPKES RI. 2003. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta
Pelayanan obstetrik dan neonatal emergensi komprehensif (PONEK) asuhan neonatal esensial. 2008
Syahlan, J.H. 1996. Kebidanan komunitas. Yayasan bina sumber kesehatan

No comments:

Post a Comment

Post a Comment